Selasa, 16 Februari 2010

Cerpen sederhana bagian 2

Hallo semuanya,, ^^

Hemm,, lagi-lagi posting tulisan yang gaje,,ahahaha,,jeongmal miahnhae chinguya,,maaf sekali ya..tadi abis obrak-abrik lepi,,eh, ketemu tulisan yang udah lumayan jadul, So, aku mau coba posting di sini,,hehehe..ini cerpen aku juga, tapi bentuknya kayak surat gitu,,hohoho,,sedang bereksperimen dengan berbagai macam bentuk tulisan,,selamat membaca.. :D

Taegu, 11 Februari 2009

00.05 am

Annyeong Haseyo,,Naneun Bogoshipeou..

Mungkin kata-kata itu yang terucap jika aku bertemu denganmu Eun Na-ah.. Ya, sudah 1 tahun kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu di sana?, Apakah kau bahagia di tempatmu yang baru?...

Eun Na-ah, apakah kau ingat ini hari apa?, Jangan bilang kau tidak mengingatnya –aku akan marah besar jika kau lupa dengan yang satu ini- hehehe,, ^^

Hari ini, tepat 3 tahun lalu, kita berkenalan di sekolah. Aku masih ingat kau dengan rambut kuncir kudamu mendatangiku sembari tersenyum malu-malu. Kau bertanya apakah kau boleh duduk di sebelahku. Jujur, waktu itu aku terkejut sekali. Aku tidak menyangka seorang murid pindahan yang heboh diperbincangkan oleh teman-teman 1 sekolah ternyata memintaku sebagai teman sebangkunya. Hahaha, aku sangat senang waktu itu.

Ternyata,,perkenalan itu membuat kau dan aku menjadi dekat. Aku masih ingat ekspresimu –dengan mata yang membesar dan mulut terganga- saat kau mengetahui bahwa kita memiliki hari ulang tahun yang sama. Hahahaha, dasar Eun Na-ah,,selalu saja excited dengan hal-hal yang kecil.

Akhirnya kita berdua berencana membuat pesta ulang tahun yang hanya dirayakan oleh kita Aku tidak menyangka kau akan senekat itu mengajakku melihat matahari terbit di atas mercusuar di pantai dekat rumahmu.Apalagi dengan bodohnya aku harus bersusah payah memanjat dari jendela kamar agar bisa kabur denganmu –kalau ibuku tahu, mungkin aku akan dimarahi habis2an- ahahhahaha.. ^^

Saat kita di tahun ke-2, ada satu peristiwa yang selalu kukenang. Kau menyukai Min Ho Sunbae, kakak kelas kita yang terkenal itu. Gyahahahaha..Eun Na-ah, aku benar-benar ingin tertawa mengingat kejadian itu . Kau dengan tenangnya menyuruhku untuk memberikan hadiah padanya. Padahal kau tahu aku sangat benci padanya –dia mengalahkanku pada lomba lari saat festival-..Eh, Min Ho Sunbae malah mengira aku menyukainya..Krik,,Krikk..Aku tak tahu jika kau akan semarah itu padaku. Kau mendiamkanku selama hampir 1 minggu, kacau sekali.. Mianhae, Jeongmal Mianhae Eun Na-ah,, ^^

Tapi, di luar kenangan itu semua,,Eun Na-ah,,aku benar-benar senang memiliki sahabat sepertimu. Aku tahu mungkin aku bukan orang yang memiliki kelebihan sepertimu –Ya, semua orang mengenal Choi Eun Na sebagai gadis cantik dan berprestasi di sekolah-, tapi kau bisa menerimaku apa adanya.

Aku yang sering sekali menangis karena berbagai hal,tapi kau tidak pernah mengebaikanku bahkan kau malah menghiburku dan bertanya “ Min Ra-ah, ada apa?, mengapa kau menangis?, ada sesuatu yang membuatmu sedih?”, tanyamu sembari memelukku.

Aku yang sering heboh karena sesuatu yang tidak jelas, tapi kau tidak pernah mengomeliku dan kau malah ikut heboh dengan cerita-cerita tidak jelasku, “Mwo?, benarkah?,aku tidak tahu dia seperti itu?”, tanyamu sembari membelalakkan matamu yang kecil.

Aku yang sering memiliki masalah dalam hidupku, tapi kau tidak pernah tidak peduli, bahkan kau malah membantuku menyelesaikan masalah-masalahku yang sebenarnya sangat sepele,,hahahaha..

Eun Na-ah,,

Terima kasih kau telah menganggapku sebagai sahabat terbaikmu, meskipun kau tahu diriku memiliki banyak keterbatasan.

Terima kasih telah memperhatikanku dengan tulus, meskipun kau tahu bahwa aku suka melakukan sesuatu yang tidak jelas.

Terima kasih telah menghargai segalanya tentangku, meskipun kutahu bahwa tidak semua hal dalam diriku itu baik –kau pasti hapal segala kejelekanku itu- tapi kau tetap menyemangatiku terutama tentang kegilaanku dalam menulis –sudah berapa banyak cerpenku yang sudah kau baca?-,,hahaha,,^^

Terima kasih atas semua semangat dan optimis yang kau ajarkan padaku, tidak peduli seberapa sering aku mengeluh dan ingin menyerah.

Eun Na-ah,,

Maaf jika selama ini aku selalu merepotkanmu,,bahkan saat kau membaca surat ini, kau pasti yakin ada sesuatu yang salah dengan diriku –kau kan tidak pernah memperbolehkanku menulis sesuatu yang menyedihkan-,,hahaha.. ^^

Maaf jika sebagai sahabat aku tidak dapat berbuat yang terbaik bagimu , terutama sebelum kau pergi dari sekolah..

Humm,,aku jadi sedih,,hehehe,,tapi aku tahu kau tidak suka melihatku sedih..Ya, bulan Maret nanti aku akan mengikuti ujian perguruan tinggi,,Doakan aku ya,,Cuaca masih terasa amat dingin, hal itu membuatku malas untuk belajar,,hahahha,,Jika aku lulus nanti,,aku akan mentraktirmu,,aku akan belikan jajangmyeon kesukaanmu,,hohoho,, ^^

Sekian dulu suratku ini, aku sangat mengantuk Eun Na-ah,,kau tahu kan aku paling tidak bisa begadang,,

Jangan lupa untuk membaca suratku ini ya..

Salam sayang

Park Min Ra

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kubaca sekali lagi surat yang telah kutulis. Tak terasa air mata yang sedari tadi kutahan mulai menetes di pipi. Ya, aku merindukan Eun Na-ssi, sahabatku.Cepat-cepat kumasukkan surat itu ke dalam amplop sebelum basah terkena air mataku.

Besok aku akan pergi ke tempat sahabatku itu, akan kubawakan surat ini supaya ia dapat membacanya. Mungkin besok aku akan membawa seikat bunga kesukaannya serta kaset CD yang baru dari artis yang disukainya. Aku membayangkan dia akan tersenyum ceria melihat kedatanganku karena sudah 1 tahun kami tidak bertemu.

Eun Na-ah,, semoga kau senang melihat kedatanganku besok di tempat peristirahatan terakhirmu.

Eun Na-ssi

Aku merindukanmu

The End

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar