Selasa, 16 Februari 2010

Cerpen sederhana bagian 2

Hallo semuanya,, ^^

Hemm,, lagi-lagi posting tulisan yang gaje,,ahahaha,,jeongmal miahnhae chinguya,,maaf sekali ya..tadi abis obrak-abrik lepi,,eh, ketemu tulisan yang udah lumayan jadul, So, aku mau coba posting di sini,,hehehe..ini cerpen aku juga, tapi bentuknya kayak surat gitu,,hohoho,,sedang bereksperimen dengan berbagai macam bentuk tulisan,,selamat membaca.. :D

Taegu, 11 Februari 2009

00.05 am

Annyeong Haseyo,,Naneun Bogoshipeou..

Mungkin kata-kata itu yang terucap jika aku bertemu denganmu Eun Na-ah.. Ya, sudah 1 tahun kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu di sana?, Apakah kau bahagia di tempatmu yang baru?...

Eun Na-ah, apakah kau ingat ini hari apa?, Jangan bilang kau tidak mengingatnya –aku akan marah besar jika kau lupa dengan yang satu ini- hehehe,, ^^

Hari ini, tepat 3 tahun lalu, kita berkenalan di sekolah. Aku masih ingat kau dengan rambut kuncir kudamu mendatangiku sembari tersenyum malu-malu. Kau bertanya apakah kau boleh duduk di sebelahku. Jujur, waktu itu aku terkejut sekali. Aku tidak menyangka seorang murid pindahan yang heboh diperbincangkan oleh teman-teman 1 sekolah ternyata memintaku sebagai teman sebangkunya. Hahaha, aku sangat senang waktu itu.

Ternyata,,perkenalan itu membuat kau dan aku menjadi dekat. Aku masih ingat ekspresimu –dengan mata yang membesar dan mulut terganga- saat kau mengetahui bahwa kita memiliki hari ulang tahun yang sama. Hahahaha, dasar Eun Na-ah,,selalu saja excited dengan hal-hal yang kecil.

Akhirnya kita berdua berencana membuat pesta ulang tahun yang hanya dirayakan oleh kita Aku tidak menyangka kau akan senekat itu mengajakku melihat matahari terbit di atas mercusuar di pantai dekat rumahmu.Apalagi dengan bodohnya aku harus bersusah payah memanjat dari jendela kamar agar bisa kabur denganmu –kalau ibuku tahu, mungkin aku akan dimarahi habis2an- ahahhahaha.. ^^

Saat kita di tahun ke-2, ada satu peristiwa yang selalu kukenang. Kau menyukai Min Ho Sunbae, kakak kelas kita yang terkenal itu. Gyahahahaha..Eun Na-ah, aku benar-benar ingin tertawa mengingat kejadian itu . Kau dengan tenangnya menyuruhku untuk memberikan hadiah padanya. Padahal kau tahu aku sangat benci padanya –dia mengalahkanku pada lomba lari saat festival-..Eh, Min Ho Sunbae malah mengira aku menyukainya..Krik,,Krikk..Aku tak tahu jika kau akan semarah itu padaku. Kau mendiamkanku selama hampir 1 minggu, kacau sekali.. Mianhae, Jeongmal Mianhae Eun Na-ah,, ^^

Tapi, di luar kenangan itu semua,,Eun Na-ah,,aku benar-benar senang memiliki sahabat sepertimu. Aku tahu mungkin aku bukan orang yang memiliki kelebihan sepertimu –Ya, semua orang mengenal Choi Eun Na sebagai gadis cantik dan berprestasi di sekolah-, tapi kau bisa menerimaku apa adanya.

Aku yang sering sekali menangis karena berbagai hal,tapi kau tidak pernah mengebaikanku bahkan kau malah menghiburku dan bertanya “ Min Ra-ah, ada apa?, mengapa kau menangis?, ada sesuatu yang membuatmu sedih?”, tanyamu sembari memelukku.

Aku yang sering heboh karena sesuatu yang tidak jelas, tapi kau tidak pernah mengomeliku dan kau malah ikut heboh dengan cerita-cerita tidak jelasku, “Mwo?, benarkah?,aku tidak tahu dia seperti itu?”, tanyamu sembari membelalakkan matamu yang kecil.

Aku yang sering memiliki masalah dalam hidupku, tapi kau tidak pernah tidak peduli, bahkan kau malah membantuku menyelesaikan masalah-masalahku yang sebenarnya sangat sepele,,hahahaha..

Eun Na-ah,,

Terima kasih kau telah menganggapku sebagai sahabat terbaikmu, meskipun kau tahu diriku memiliki banyak keterbatasan.

Terima kasih telah memperhatikanku dengan tulus, meskipun kau tahu bahwa aku suka melakukan sesuatu yang tidak jelas.

Terima kasih telah menghargai segalanya tentangku, meskipun kutahu bahwa tidak semua hal dalam diriku itu baik –kau pasti hapal segala kejelekanku itu- tapi kau tetap menyemangatiku terutama tentang kegilaanku dalam menulis –sudah berapa banyak cerpenku yang sudah kau baca?-,,hahaha,,^^

Terima kasih atas semua semangat dan optimis yang kau ajarkan padaku, tidak peduli seberapa sering aku mengeluh dan ingin menyerah.

Eun Na-ah,,

Maaf jika selama ini aku selalu merepotkanmu,,bahkan saat kau membaca surat ini, kau pasti yakin ada sesuatu yang salah dengan diriku –kau kan tidak pernah memperbolehkanku menulis sesuatu yang menyedihkan-,,hahaha.. ^^

Maaf jika sebagai sahabat aku tidak dapat berbuat yang terbaik bagimu , terutama sebelum kau pergi dari sekolah..

Humm,,aku jadi sedih,,hehehe,,tapi aku tahu kau tidak suka melihatku sedih..Ya, bulan Maret nanti aku akan mengikuti ujian perguruan tinggi,,Doakan aku ya,,Cuaca masih terasa amat dingin, hal itu membuatku malas untuk belajar,,hahahha,,Jika aku lulus nanti,,aku akan mentraktirmu,,aku akan belikan jajangmyeon kesukaanmu,,hohoho,, ^^

Sekian dulu suratku ini, aku sangat mengantuk Eun Na-ah,,kau tahu kan aku paling tidak bisa begadang,,

Jangan lupa untuk membaca suratku ini ya..

Salam sayang

Park Min Ra

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kubaca sekali lagi surat yang telah kutulis. Tak terasa air mata yang sedari tadi kutahan mulai menetes di pipi. Ya, aku merindukan Eun Na-ssi, sahabatku.Cepat-cepat kumasukkan surat itu ke dalam amplop sebelum basah terkena air mataku.

Besok aku akan pergi ke tempat sahabatku itu, akan kubawakan surat ini supaya ia dapat membacanya. Mungkin besok aku akan membawa seikat bunga kesukaannya serta kaset CD yang baru dari artis yang disukainya. Aku membayangkan dia akan tersenyum ceria melihat kedatanganku karena sudah 1 tahun kami tidak bertemu.

Eun Na-ah,, semoga kau senang melihat kedatanganku besok di tempat peristirahatan terakhirmu.

Eun Na-ssi

Aku merindukanmu

The End

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

sekilas tentang musik dari negeri ginseng (bagian 2)



Annyeong Haseyo,,


Setelah kemarin sempet share tentang Super Junior, kayaknya sudah saatnya buat share grup lain. Ya, sebenarnya aku juga baru mulai mengenal grup yang satu ini. Sebenarnya, sudah lumayan lama denger lagu-lagunya. Tetapi dikarenakan kemarin sempat menggila dengan salah satu boyband. jadi aku ngga terlalu lirik-lirik grup lain..ahahahaha..

Namun, grup ini ternyata dapat mengalihkan perhatianku.*lebay*. Ya, ini adalah grup dengan 7 member *tapi sekarang cuma 6 member gara2 sedang ada masalah dengan leadernya*. Ok, it’s 2PM..*terdengar hottest jerit2 di sebelah*. Aku suka grup yang terkesan manly dan mature ini. Grup yang digawangi oleh Park Jaebeom *uri leader*, Nickhun, Hwang Chan Sung, Jang Woo Young, Kin Junsu, Lee Junho, dan Taecyeon ini merupakan salah satu boyband yang udah tenar di negeri ginseng itu.

Formasi yang bertujuh ditambah penampilan panggung yang keren-dan-top-banget-gitu-deh membuat para hottest *nama fansnya* bakal teriak2 ngeliat perform mereka. Selain menyanyi, 2PM selalu menyuguhkan dance yang aduhai sekali *manly bgt dech*.Meski kini mereka menjalani aktivitas tanpa sang leader, Jaebeom , yang tengah bermasalah sehingga harus kembali ke Seattle. 2PM tetap memberikan yang terbaik untuk para penggemarnya. Satu hal yang bikin aku salut sama para penggemar fans ini. Mereka tiada lelah untuk terus mensupport semua member, tidak terkecuali sang leader yang kini sudah tidak tampil bersama 2PM. Bahkan, dari kabar yang aku denger, mereka terus melakukan protes ke agensi yang menaungi 2PM agar menyelesaikan masalah Jaebeom dan membawa sang leader 2PM kembali ke korea agar bergabung kembali bersama member lain. Memang, satu formasi dalam suatu grup itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, hottest seluruh dunia kini sedang berharap agar Jaebeom kembali ke 2PM. Buat temen2 hottest, semangat yia buat usahanya. Hottest Hwaiting !! Bring Jaebeom Back !!

Buat temen2 yang belum tahu tentang 2PM, nih aku kasih rekomendasi lagunya : heartbeat, tired of waiting, niga mibda, dan again&again *cari di situs download video itu*..ok,,smoga kalian juga suka grup yang satu ini.


credits : www. google.com, www.imageshack.us

Senin, 08 Februari 2010

Sebuah cerpen sederhana..

Akhirnya sempet posting lagi setelah sekian lama tak muncul. Hemm, sebenarnya mau posting yang sedikit berbeda, tapi bingung mau nulis apa. Hehehe.. 

Posting kali ini, aku buat cerpen. Aku sebenarnya suka banget nulis-nulis. Awalnya, cerpen-cerpen itu aku share di fb, tapi dikarenakan aku udah mulai jarang buka-buka situs jejaring sosial itu. Makanya aku pindahin ke blog sederhana ini.

Sedikit cerita, aku ambil setting cerpen ini di negara Korea Selatan. Terinspirasi oleh seorang penulis yang suka sekali mengambil tema di negara lain. Aku akhirnya coba buat cerpen amatiran ini. Hehehe..

Selamat Membaca 

I Love You Dad.. (Oneshoot)

“Appa akan dipindahtugaskan ke daerah perbatasan”, terdengar suara Appa pelan. Aku yang tengah menikmati makan malam hanya dapat terdiam mendengar pernyataan itu. Ayahku akan dipindahtugaskan kembali kali ini. Ya, ayah memang seorang prajurit angkatan darat Korea Selatan. Selama ini ayah sering ditugaskan di berbagai tempat di seluruh pelosok negeri. Aku dan Ibu sudah terbiasa dengan ketidakhadiran ayah di rumah. Ya, karena tugas itu, ayahku jarang sekali berada di rumah. Mungkin hanya pada waktu tertentu ayahku akan pulang seperti pada saat Tahun Baru seperti ini. Meskipun sudah biasa dengan keadaan seperti ini. Namun, kepergian ayah kali ini agak berbeda.

“Daerah perbatasan?Bukannya sedang terjadi konflik panas di sana?”, Tanya Umma cemas. Terlihat jelas garis-garis kekhawatiran di wajahnya yang sendu. Memang, saat ini sedang terjadi konflik hebat di daerah perbatasan Negara kami dengan Korea Utara. Karena itu, pemerintah berencana menambahkan jumlah pasukan di daerah perbatasan. Dan ayah merupakan salah satu pasukan itu. Kulihat ayah tersenyum menanggapi pertanyaan ibu. Sepertinya tugas kali ini sangat berat.

“Ne, karena itulah akan ditambahkan beberapa puluh pasukan untuk mempertahankan kondisi di sana. Kalian mengijinkan Appa pergi kan?”, Tanya Appa sembari menatapku dan Umma. Kutundukkan pandanganku seraya meneruskan makan. Aku tidak ingin menjawab pertanyaan itu karena aku tahu, Ayah akan tetap akan pergi meski kami melarang kepergiannya. Ya, sudah menjadi kewajiban seorang prajurit untuk menjalankan tugas Negara. Itu merupakan risiko yang harus ditanggung seorang abdi Negara seperti ayah dan kami sebagai orang-orang terdekatnya hanya bisa pasrah menerima itu semua.

“Ne,berangkatlah. Tidak ada gunanya aku dan Sun Hi-ah melarangmu pergi. Itu memang sudah kewajibanmu kan”, ujar Umma pelan. Aku tahu sebenarnya ibu sangat berat merelakan ayah bertugas di sana. Kami sering melihat di televisi bagaimana kerasnya konflik di sana. Tidak jarang banyak korban jiwa yang berjatuhan akaibat konflik yang masih terus berlangsung. Dan kini, ayah akan bertugas di tempat itu. Kurasakan suasana makan malam ini nampak sendu. Berita itu telah membuat suasana Tahun Baru di rumah kami berubah drastis.

“Mianhae, tapi aku memang harus pergi. Kalian tidak perlu khawatir. Ini yang terakhir kali. Appa janji”, ujar Appa perlahan seraya meneruskan makan. Mendengar penuturan ayah yang seperti itu, hatiku terasa sedih. Keberangkatan ayah kali ini merupakan ujian yang cukup berat bagi keluarga kami.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hari ini ayah akan meninggalkan Seoul dan menuju daerah perbatasan. Aku dan ibu sengaja mengantar ayah ke markas besar di Seoul. Ternyata, hampir semua keluarga prajurit mengantar kepergian tugas kali ini. Ayah dan 69 prajurit lainnya akan bertugas selama 10 bulan di sana. Jika suasana sudah stabil, maka ayah akan diperbolehkan kembali ke Seoul. Kulihat Ibu nampak pendiam hari ini. Mungkin berat baginya untuk melepas ayah pergi ke daerah konflik seperti itu.

“Sun Hi-ah, selama Appa tidak ada, jaga ibumu baik-baik ya. Kau harus rajin-rajin membantunya, jangan main terus. Mengerti Sun Hi-ah?”, ujar Appa memberikan nasehat padaku. Aku hanya dapat menunduk seraya menahan air mata yang sudah menggenang. Beliau kemudian menghampiriku dan memelukku. Kurasakan airmata yang sedari tadi kutahan mengalir perlahan.

“Jangan menangis Sun Hi-ah, putri Appa harus kuat, tidak boleh cengeng seperti ini. Appa akan baik-baik saja di sana. Appa janji Sun Hi-ah. Appa akan pulang dengan selamat”, ujar Appa menenangkanku. Kuseka airmata yang sempat mengalir. Aku harus kuat. Aku tidak boleh mengecewakan ayah. Kucoba tersenyum meski air mata masih saja menggenang di pipi. Ayah tersenyum melihat kelakuanku. Tidak beberapa lama, setelah berpamitan padaku dan ibu, ayah berangkat menuju daerha perbatasan. Kulambaikan tangan ke arah bus yang membawa rombongan prajurit itu pergi. Appa pasti kembali, doaku dalam hati.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“Kondisi di daerah perbatasan makin memanas. Pasukan Korea Utara kembali mengadakan penyerangan ke daerah Korea Selatan. Sempat terjadi baku tembak di antara keduanya. Korban jiwa yang jatuh di kedua belah pihak diperkirakan cukup banyak. Korban tewas terbanyak berasal dari prajurit tambahan yang baru datang beberapa bulan yang lalu”, terdengar suara penyiar di televisi sedang melaporkan kondisi terakhir di daerah perbatasan. Aku yang tengah belajar di kamar sontak saja berlari ke ruang keluarga. Kulihat Ibu nampak pucat sembari menatap layar televisi tanpa berkedip. Ya, sudah hampir 5 bulan ayah berada di sana. Selama itu, kami tidak mendapatkan kabar apapun mengenai ayah. Dan kali ini, sebuah berita menyatakan kondisi di sana begitu mencekam. Kutatap ibu dengan pandangan cemas. Bergegas ibu menelpon markas besar angkatan darat untuk menanyakan kondisi ayah. Kulihat kecemasan tergambar jelas di wajah ibu.

“Bagaimana Umma? Apakah ada kabar?”, tanyaku pelan. Ibuku menggeleng perlahan.

“Aniyo Sun Hi-ah, mereka bilang akan menghubungi kita jika ada kabar terbaru dari sana”, jawab Umma sendu. Kutangkap suaranya yang bergetar menahan takut. Airamataku kembali menggenang. Appa pasti kembali, ujarku dalam hati berkali-kali.

Suasana di perbatasan makin genting. Hampir setiap hari televisi menayangkan berita-berita mengenai kejadian di sana. Aku dan Ibu makin cemas. Kami hanya dapat berdoa setiap hari demi keselamatan ayah di sana. Berita dari markas besar sulit sekali untuk didapatkan. Tidak jarang aku menghubungi keluarga prajurit yang lain untuk mendapatkan berita terkini. Namun mereka juga tidak memiliki cukup informasi yang dapat diberikan.

“Tuhan, lindungilah Appa di sana. Lindungilah. Hamba mohon, Tuhan”, ujarku di sela-sela doaku setiap saat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“Sun Hi-ah, Appa tertembak”, ujar Umma menahan tangis. Beberapa saat yang lalu kami mendapat kabar dari markas besar bahwa telah terjadi penyerangan besar-besaran di daerah perbatasan. Saat itulah ayah tertembak. Mereka mengatakan bahwa dokter-dokter di sana sedang berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh ayah.Ayahku dalam kondisi kritis sekarang. Ibu yang menerima telepon itu langsung ambruk di pelukanku. Aku hanya dapat menggeleng tidak percaya atas kejadian yang terjadi.

“Aniyo, Appa pasti akan kembali Umma. Dia sudah berjanji padaku Umma. Appa akan kembali”, bisikku berkali-kali. Namun airmata makin deras mengalir di pipi.

“Tuhan, selamatkanlah Appa. Selamatkanlah dia Tuhan”, jeritku dalam hati. Tak dapat kubayangkan Appa tergeletak tak sadarkan diri akibat peluru yang bersarang di tubuhnya
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Sudah genap 10 bulan sejak kepergian ayah ke daerah perbatasan. Hari ini seluruh pasukan akan kembali ke markas besar. Tidak terkecuali dengan ayahku. Semenjak kejadian penembakan itu, kami hanya mendapat kabar bahwa ayah sudah kembali baik. Aku dan ibu merasa amat lega karena ayah ternyata masih hidup. Meskipun kami tidak tahu bagaimana kondisi ayah setelah itu.

Kulirik arloji di pergelangan tangan, sudah hampir pukul 5 sore. Seharusnya rombongan pasukan itu tiba di markas besar 30 menit yang lalu. Namun, hingga saat ini tidak terlihat satu pun tanda-tanda kemunculan mereka. Semua keluarga yang menunggu nampak cemas. Mereka berharap semuanya baik-baik saja sehingga anggota keluarga mereka dapat kembali dengan selamat.
Setelah hampir 1 jam menunggu, rombongan akhirnya tiba di markas besar. Terdengar pekikan di sana-sini. Semua keluarga menyambut dengan hangat kepulangan pasukan dari daerah perbatasan. Suasana mulai kacau, semuanya sibuk mencari anggota keluarganya yang berada di dalam rombongan. Tidak terkecuali aku dan ibu, kami berjalan menerobos kerumunan seraya mencari-cari dimana ayahku berada

“Sun Hi-ah !!”, terdengar seseorang berseru memanggil namaku. Kuterobos kerumunan sembari mencari sumber suara itu. Kulihat sesosok pria setengah baya berjalan menghampiriku dengan menggunakan tongkat penyangga. Kaki kirinya nampak di balut perban dan gips. Kedua tangannya juga dibalut meskipun tidak separah kaki beliau. Meski begitu, wajahnya nampak begitu bahagia. Ya, dia ayahku. Ayahku kembali.

“Appa !!, Umma itu Appa”, ujarku sembari berlari menghampiri ayah. Kupeluk ayah dengan perlahan. Tangisku pecah. Ayah benar-benar telah kembali ke sini.

“Sun Hi-ah, Appa kembali. Kau jadi anak baik kan? Mianhae sudah menyusahkan kau dan ibumu”, ujar Appa di sela-sela tangisku. Beliau nampak begitu lelah.

“Appa, kakimu? apakah sakit sekali?”, tanyaku khawatir. Kulihat ayah berjalan pincang saat menghampiriku tadi. Tubuhnya yang kurus membuat kondisi ayah nampak memprihatinkan. Appa sudah berjuang dengan keras, ujarku dalam hati.

“Aniyo, sedang dalam masa penyembuhan . Untung Appa tidak kenapa-kenapa”, jawab Appa sembari tersenyum. Kulihat Ibu menangis melihat kondisi ayah yang sekarang ini. Namun, ibu tentu merasa sangat lega melihat ayah kini sudah kembali ke keluarga ini. Begitu juga denganku, ayahku kini sudah kembali dengan selamat. Kami sekeluarga sudah berkumpul lagi.

“Tuhan, terima kasih telah melindungi ayahku. Terima kasih Tuhan”, ucapku bersyukur di sela-sela doaku saat ini.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

The End

Selasa, 02 Februari 2010

sekilas tentang musik dari negeri ginseng (bagian 1)

Hufht *menghela nafas sesaat*. Gw masih bingung sebenarnya mau nulis apa di blog gw yang sederhana ini. Maklum, gw emang baru banget kepleset di dunia beginian (baca : blog), hehehehe. Namun, karena ini adalah blog yang bisa gw isi dengan apaan aja *udah kayak kulkas di rumah gw*, akhirnya sudah gw putuskan buat nulis apa..

Jeng,,Jeng,,Jeng *backsound : musik perang gitu*

Mungkin mau share sedikit tentang musik kesukaan gw. Entah mengapa, gw juga heran sebenarnya, gw suka banget sama yang namanya Korean Popular Music atau yang bisa disebut dengan Kpop. Bukannya nggak suka sama musik negeri sendiri, tapi gw udah terlanjur suka juga sama jenis musik ini. Mungkin dari jaman gw kecil doeloe, gw suka banget nonton drama-drama korea di salah satu stasiun TV nasional. Eh, pas kuliah seperti ini. Gw malah gandrung banget sama musik yang berasal dari negeri ginseng ini. Jujur, gw juga nggak gitu ngerti apa yang mereka nyanyiin *mesti nyari lirik translatenya di internet*. hehehe. Namun, semua itu malah membuat gw tertarik buat belajar bahasa negeri ginseng itu , meski itu pun juga otodidak. Hehehe. J

Nah, pada kesempatan kali ini. Gw mau share sedikit tentang girlband atau boyband *di sana banyak banget yang kayak gini* yang sekarang-sekarang ini sering banget gw dengerin. Mungkin temen-temen pernah dengerin lagunya, tapi nggak pernah tahu siapa penyanyinya. Nih, gw kasih sedikit informasi. Semoga aja bermanfaat.

PS : Mungkin gw nulisnya dalam beberapa part, soalnya nggak mungkin banget nulis dalam satu kali posting. J

Super Junior

Kalau udah ngomongin boyband yang satu ini, gw mesti hati-hati bgt ngomonginnya *lirik-lirik ELF*. Bukan apa-apa, boyband yang satu ini memang sudah terkenal di jagad Kpop, bahkan mereka sudah tenar di beberapa negara. Buat yang bergelut di dunia Kpop, mungkin sudah tidak asing dengan boyband yang memiliki 13 personil ini *satu-satunya boyband yang punya personil banyak banget*, dan kesemuanya punya kharisma tersendiri. Ya, mereka adalah SUPER JUNIOR, yang beranggotakan 13 member yaitu Lee Teuk, Heechul, Hankyung, Eunhyuk, Kyuhyun, Kangin, Yesung, Ryeowook, Sungmin, Kibum, Shindong, Shiwon, dan Donghae. Super Junior adalah boyband jebolan SM Entertainment dengan Lee Teuk sebagai Leader grup ini. Mulai debut pada tahun 2005, sejak itu mereka berangsur-angsur menancapkan kukunya di dunia musik Korea. Kini, Super Junior sudah banyak banget penggemarnya. Ayo, pasti pernah dengar dengan sebutan ELF. Yup, penggemar Super Junior itu biasa disebut Ever Lasting Friend atau bisa disingkat ELF. Satu kata buat Super Junior, SALUUT !!. Gw bener-bener terkesima ngeliat banyak banget forum-forum yang ada di dunia maya yang ngebahas tentang grup ini, tentunya di grup itu ada para penggemar yang senantiasa support idola mereka. Yah, udah nggak keitung deh berapa jumlah ELF yang ada *ELF Thailand, ELF Korea, ELF China, ELF jepang, ELF Indonesia, ELF Malaysia, ELF Filipina, dan lain-lain*. Bahkan, di kampus gw, udah ada perkumpulan penggemar grup ini.Dengan warna sapphire blue yang keren banget, mereka siap menyemangati Super Junior dimana saja, kapan saja. Ckckckck, terkadang gw berpikir, bagaimana caranya bisa seterkenal itu *kali aja gw bisa ngikutin jejak mereka*. hahahaha..Banyak hal yang bisa gw petik dari grup ini, bahwa kesuksesan memang butuh perjuangan dan kerja keras, nggak bisa kita cuma leha-leha terus bisa sukses. betul kan?

Buat yang belum kenal, kalian bisa coba dengerin lagu-lagu mereka. Pertama-tama, mungkin gw rekomendasikan lagu Sorry –Sorry *cari aja di Youtube, pasti banyak banget kok*. Kalau mau denger yang lain, ini rekomendasi gw *gw suka lagu ini* : It’s You, Marry U, You, My Super Girl. Kalau mau yang lain lagi, sebaiknya kalian langsung samperin aja ELF yang kalian kenal, dijamin, mereka bakal langsung rendah hati ngasih video-video tentang idola mereka itu *asal mintanya baik-baik, jangan malak*. J

Buat yang mau tahu info lebih lanjut tentang grup ini, bisa di buka link ini :

www.sup3rjunior.wordpress.com

www.starjunior.wordpress.com

www.sujunesia.net (fanbase ELF Indonesia)

www.sj-world.net (fanbase ELF dunia)

(ini juga jadi referensi gw buat nulis..hehehe) J

sebuah prakata..

Ahahahaha,,mungkin itu yang bisa gw lakuin ketika disuruh bikin prakata,,*berasa orang penting*..hohohoho.. :)

Akhirnya diriku terjun ke dunia yang canggih ini.. (baca: blog)..entah mengapa gw bisa kepleset di sini..*padahal mah udah niatan*.. kekekeke,, XDD

ok,,ok,,karena gw baru di sini,,jadi, mohon partisipasinya ya.. :)

selamat menikmati "hidangan" di blog sederhana ini.. :)


_sayaadalahbloggerbarudisini_